PENDATAAN TRANSAKSI E-COMMERCE

February 28, 2018

Badan Pusat Statistik (BPS) melakukan proses pendataan transaksi di sector ekonomi digital atau e-commerce. Hal ini dilakukan sebagai upaya pemerintah mendorong pengembangan ekonomi digital yang tertuang dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 74 Tahun 2017 tentang Sistem Perdagangan Nasional Berbasis Elektronik (roadmap e-commerce) 2017-2019. Data berasal dari sejumlah pelaku e-commerce di Indonesia. Data yang dihimpun Badan Pusat Statistik mencakup data transaksi e-commerce saat Hari Belanja Online Nasional (Harbolnas). Tahap awal Badan Pusat Statistik hanya mendata pelaku e-commerce yang telah berbentuk badan usaha. Mereka dikelompokkan ke dalam tujuh kategori yaitu marketplace dan e-retail, classified horizontal, classified vertical, travel, transportation, speciality store dan daily deals.

Peneliti Institute for Development of Economics and Finance (Indef) memperkirakan sumbangan transaksi e-commerce terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) saat ini masih kecil. Berdasarkan data terakhir Bank Indonesia (BI) pada tahun 2016 transaksi e-commerce mencapai 75 Triliun pertahun, nilai ini termasuk transaksi e-commerce non marketplace. Dengan asumsi selama 10 tahun terakhir rata-rata pertumbuhan nilai transaksi e-commerce mencapai 17 %, maka tahun 2018 nilai transaksi e-commerce diperkirakan 102 Triliun. Jumlah itu sangat kecil terhadap PDB Indonesia yang asumsinya mencapai 13.588 triliun. “Sumbangan e-commerce ke PDB hanya 0,75%. (Posmaria Sianturi)