UANG BUKAN YANG UTAMA

April 26, 2018

Bisnis e-commerce Alibaba, yang menggenggam pasar China adalah e-commerce terbesar di dunia. Berkat IPO (Initial Public Offering) Alibaba sebesar US$25 miliar Jack Ma masuk dalam daftar 10 orang terkaya China. Tampaknya, Ma hidup bergelimang uang, Namun dalam forum Clinton Global Initiative, Ma justru menyebut uang itu sebagai tanggungjawab besar. “Saat punya US$1 juta Anda adalah orang yang beruntung. Ketika punya US$10 juta, Anda juga punya masalah. Dan, saat harta Anda lebih dari US$1 miliar, Anda punya tanggungjawab besar,”.

Kendati bisnisnya meraksasa, Ma tetap rendah hati. Banyak orang menaruh harapan besar, agar bisnis Alibaba bertahan dan meraksasa di Amerika, seperti Google dan Amazon. Tapi Ma menyadari bahwa Alibaba besar karena satu hal, yakni tidak adanya pesaing di China. Seperti dikutip Wired.com, “Mengapa kami bisa merajai e-commerce di China,”kata dia, “Karena infrastruktur perdagangan China sangat jelek. “Hal sebaliknya terjadi di Amerika, hingga e-commerce di sana tidak bisa meraksasa. Maka, ia menganalogikan bahwa, “Di Amerika, e-commerce itu hidangan penutup, sedangkan di China jadi menu utama.

Salah satu strategi Jack Ma adalah melakukan ekspansi ke negara-negara berkembang. Diperkirakan sekitar 6,5 miliar penduduk negara berkembang tidak menggunakan e-commerce. Inilah peluang bagi Alibaba.  Strategi kedua Ma menerapkan bisnis model yang unik, dia menerapkan prinsip prioritas seperti ini : pertama pelanggan, kedua karyawan, ketiga pemegang saham. “Meletakkan pemegang saham dalam urutan pertama dalam berbisnis itu kesalahan besar, pasalnya pemegang saham tak punya visi jangka panjang bagi perusahaan.” Prinsip ini diaplikasikan dengan konsisten oleh Ma. Pada awal-awal, Ma tidak segan memecat beberapa manajer senior yang mengiizinkan penjualan barang palsu di Alibaba. Ma juga menerapkan program kualitas mutu, untuk menyeleksi pemasok yang bisa dipercaya. Ma sendiri mengawal pembuatan dan perbaikan tampilan Alibaba. Ia memaksa programmer di perusahaannya untuk membuat situs yang sederhana dan mudah dimengerti. Ma lebih dulu mencoba tampilan itu, sampai ia merasa puas. Terbukti, pasarpun menyukai tampilan Alibaba yang simple.

Langkah Ma ini menimbulkan kepercayaan dari konsumen. Alhasil, saat e-Bay masuk China Alibaba sudah punya basis pelanggan setia. Dalam proses bisnis berikutnya, Ma tetap terlibat di Alibaba. Ia melakukannya agar bisa menangkap apa saja kebutuhan dan keinginan pelanggan, ketimbang menanti laporan dari bawahannya. “ Mendapatkan uang bukan tujuan kami. Uang itu hasilnya,”tegas Ma. Ia mengutamakan pelayanan dan menaruh prioritas mencari laba di nomor dua. (POSMARIA)