Bermasalah, Ratusan Koperasi di Subang Terancam Dibubarkan

February 06, 2018

POJOKJABAR.com, SUBANG – Praktik rentenir berkedok koperasi banyak meresahkan warga. Untuk itu, Dinas Koperasi dan UKM, Perdagangan dan Pasar (DKUPP) mengajukan 160 koperasi bermasalah untuk dicabut izinnya.

Masyarakat juga diimbau untuk lebih cermat melakukan transaksi peminjaman uang kepada rentenir berkedok koperasi. Kabid UMKM DKUPP Subang, Suwirto mengatakan pihaknya sering mendapatkan keluhan dari masyarakat mengenai praktik rentenir berkedok koperasi yang sangat merugikan warga.

“Warga sering melaporkan koperasi simpan pinjam yang dengan mudah memberikan pinjaman tanpa agunan. Namun konsekuensinya, warga harus menanggung bunga yang besar. Sampai-sampai warga memberikan nama unik untuk KSP semacam itu,” ujarnya.

Suwirto meminta warga untuk lebih selektif memilih tempat peminjaman uang. Jangan sampai prosedur dan tata caranya yang tidak rasional diabaikan warga. Pada akhirnya, warga sendiri yang menanggung kerugian dengan aturan-aturan yang tak masuk akal.

Koperasi semacam itu,jelasnya, bias saja ditindak oleh otoritas jasa keuangan (OJK). Karena pihak OJK berhak menilai apakah koperasi tersebut mematuhi Undangundang No 1 2013 tentang lembaga keuangan mikro.

“DKUPP kewenangannya hanya bisa melakukan sesuai Permenkop No 17 Tahun 2015 yang kaitannya tentang jati diri koperasi. Jika koperasi tersebut izinnya melakukan kegiatan KSP maka harus mengacu pada Unang-undang Koperasi. Kita akan menegur koperasi nakal dan mengusulkan dicabut izin usahanya oleh OJK,” tandasnya.

Selain itu, warga Kecamatan Binong, Aisyah, 42, mengatakan dirinya meminjam uang Rp 2 juta kepada bank ngesot (sebutan untuk rentenir berkedok koperaso-red) dengan hitungan pembayaran Rp50 ribu per minggu selama 1,5 tahun. (RBD/net)

sumber    : http://jabar.pojoksatu.id/priangan/2018/02/03/bermasalah-ratusan-koperasi-di-subang-terancam-dibubarkan/