Kemenkop & UKM Targetkan 15.000 Usaha Mikro Peroleh KUR

April 04, 2018

Bisnis.com, JAKARTA - Kementerian Koperasi dan UKM menargetkan 15.000 usaha mikro mendapatkan kredit usaha rakyat (KUR).

Salah satu upayanya adalah merekrut 314 tenaga pendamping KUR dan 34 Koordinator pendamping KUR yang berasal dari 20 Provinsi untuk mendampingi usaha mikro dalam mengakses KUR ke penyalur KUR.

"Target tahun ini meningkat dari target 2017 sebanyak 14.000 usaha mikro terdampingi mengakses KUR ke penyalur KUR,” kata Deputi Bidang Pembiayaan Kementerian Koperasi dan UKM Yuana Sutyowati pada acara Pembekalan Tenaga Pendamping KUR di Bekasi, Jawa Barat, melalui keterangan resminya pada Selasa (3/4/2018).

Untuk tahun ini pemerintah menargetkan alokasi penyaluran KUR bertambah menjadi sebesar Rp120 triliun, yang sebelumnya Rp110 triliun pada 2017 lalu. Selain itu, ditetapkan penurunan suku bunga KUR menjadi 7% yang sebelumnya 9% pada 2017.

"Ini bukti bahwa pemerintah terus menunjukkan keberpihakan kepada usaha mikro, kecil dan menengah untuk meningkatkan akses pada sumber pembiayaan," ujarnya.

Yuana berharap kegiatan ini dapat memberikan informasi dan pemahaman terkait program KUR kepada Para Koordinator dan Tenaga Pendamping KUR agar dapat melaksanakan tugasnya dengan baik dan efektif.

Kegiatan pembekalan tenaga pendamping KUR tahap I yang dilaksanakan selama 3 hari yaitu 2-4 April 2018 dengan peserta 201 orang.

Perinciannya, 20 koordinator dan 181 tenaga pendamping KUR dari 10 provinsi yaitu Aceh, Sumatra Utara, Kepulauan Riau, Bangka Belitung, Bengkulu, Lampung, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur, dan Kalimantan Timur.

"Kegiatan pendampingan KUR ini cukup strategis karena dapat memperluas KUR sampai ke pelosok di daerah," ujarnya.

Menurutnya, pendamping dapat berperan mensosialisasikan KUR di wilayahnya.

Lebih jauh, tenaga pendamping tersebut melakukan pendampingan bagi UMKM yang masih banyak yang takut berhubungan dengan perbankan dan masih terbatas kemampuannya menyiapkan hal-hal administratif yang dibutuhkan dalam pengajuan KUR.

"Dengan demikian, pemahaman KUR akan semakin meluas jauh ke pelosok daerah," tutur Yuana.

Editor : M. Syahran W. Lubis