Sosialisasi OPOP 2019 di Bandung TV

April 25, 2019

Pagi ini (25/4) tim dari Dinas KUK dan UPTD P3W didampingi dari tim akademisi menyambangi stasiun TV BandungTV untuk melakukan siarang langsung bincang-bincang mengenai sosialisasi OPOP 2019 bagi masyarakat Jawa Barat.

Pada kesempatan tersebut hadir Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Drs. Kusmana Hartadji, MM, Kasie Penyelenggara Pelatihan UPTD P3W Jabar Dra. Tini Djumartini, Dr. Wawan Dhewanto dari SBM ITB dan narasumber dari pihak Pesantren yang sudah melakukan kegiatan usaha dan akan dijadikan sebagai pesantren percontohan untuk kegiatan OPOP.

Pemerintah Provinsi Jawa Barat melalui Dinas Koperasi dan Usaha Kecil (KUK) Jawa Barat  memiliki beberapa program unggulan yakni   One Pesantren One Product (OPOP), UMKM Naik Kelas, Koperasi Juara, Wirausaha Juara dan Digitalisasi Koperasi. Program unggulan tersebut sejalan dengan misi Pemerintah Provinsi Jawa Barat yakni meningkatkan produktivitas dan daya saing ekonomi umat yang sejahtera dan adil melalui pemanfaatan teknologi digital dan kolaborasi dengan pusat-pusat inovasi serta pelaku pembangunan.

“Program OPOP dan UMKM Juara sedang berjalan memasuki proses registrasi atau pendaftaran. Untuk program OPOP merupakan salah satu program dari 17 program Pasantren Juara. Kegiatan OPOP bertujuan mendorong pesantren di Jabar untuk mandiri secara ekonomi ,” tutur Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Kecil (KUK), Kusmana Hartadji, di Bandung.

Pesantren di Jabar memiliki potensi besar untuk mandiri secara ekonomi. Hanya saja, sebagian besar diantara mereka masih memerlukan pendampingan usaha, mulai dari penggalian potensi hingga pemasaran. Dari 9000 pesntaren di Jabar  baru sebagian kecil yang memiliki kemandirian ekonomi.

Pesantren sangat dimungkinkan untuk mandiri dengan memberdayakan sumber daya yang dimiliki. Pesantren dapat memiliki unit usaha untuk mengembangkan keberadaannya.  Ia mencontohkan, Pontren Al Ittifaq di Kabupaten Bandung yang memiliki unit usaha pertanian. Produknya sudah dipasarkan ke sejumlah pasar modern di Indonesia.

Program ini dirancang dalam bentuk audisi. Nanti akan ditentukan juara provinsi dan kabupaten/kota yang akan berhak untuk hadiah. Para pesantren tersebut, menurut dia, bukan hanya akan mengikuti audisi untuk dicari yang terbaik, tapi juga akan mendapatkan peningkatan wawasan dan pengetahuan. Mereka juga akan mendapatkan pendampingan usaha.

Tahapan kegiatan ini meliputi: pelatihan dan magang, pendampingan usaha, temu usaha, lomba produk unggulan pesantren, dan pameran. Dinas KUK, menurut dia, juga akan membantu pesantren tersebut untuk membuka pasar bagi produknya. Bahkan, akan membantu membukakan jejaring hingga link and match dengan pesantren lain yang memiliki produk berkaitan.

Untuk program ini, sejak 1 Maret 2019 pendaftaran program ini telah dimulai secara online melalui opop.jabarprov.go.id. Harapan kita akan ada 1.250 pesantren yang ikut andil dalam kegiatan tersebut. Sehingga di tahun 2019, akan diperoleh 1.250 pesantren juara. Diharapkan satu kecamatan menominasikan minimal 1 pesantren untuk mengikuti program ini. Dan target kami dalam lima tahun kedepan Jabar akan memiliki kurang lebih 5.000 pesantren juara.

Pesantren yang mengikuti program ini akan diedukasi dan didampingi dalam pengembangan usahanya sehingga pesantren akan menghasilkan produk-produk yang mampu memiliki nilai tinggi di pasar domestik maupun pasar internasional Produk-produk yang dihasilkan akan dicarikan pembelinya oleh Pemprov Jabar atau biasa kita sebut dengan “off taker”.

Pemprov jabar akan dan telah menjaring relasi dengan swasta yang bisa menampung produk dari pesantren. Dan akan ada partner dari pemprov yang akan menitipkan produknya agar dapat diproduksi di pesantren "Kegiatan OPOP ini telah kami buka sejak 1 Maret 2019. Kami memperpanjang pendaftaran dari semula sampai 31 Maret menjadi sampai AKHIR  April 2019," tuturnya.

Tahapan kegiatan opop 2019,

Pembentukan perangkat daerah dengan peserta 450 dilaksanakan pada tanggal 11 – 28 Februari 2019; Pembuatan aplikasi pendaftaran online dan database pesantren oleh tim IT dan sudah dilaksanakan pada bulan Februari 2019 Sosialisasi opop dengan peserta 6000 orang di 5 wilayah meliputi unsur kecamatan, pesantren se-jabar, masyarakat, departemen agama, pemerintah daerah, biro yansos, dinas yang membidangi kumkm; Pendaftaran online minimal yang mendaftar 4000 pesantren yang sementara dilakukan pada tanggal 1 Maret – 12 April 2019 namun akan diperpanjang karena suatu hal pembukaan pendaftaraan online menjadi tanggal 12 Maret 2019 dan akan berakhir di 12 April 2019;

Identifikasi pendataan pesantren dengan tim yang ditunjuk dilakukan pada bulan Maret – Agustus 2019;

Rekrutmen tim seleksi dan tim juri sebanyak 20 orang dilakukan pada bulan Februari –Maret 2019;

Pendaftaran pendamping opop dan seleksi pendamping sebanyak 130 orang dilakukan pada tanggal 1 – 18 April 2019;

Audisi tahap 1 dan sekaligus menentukan juara tingkat kecamatan sebanyak 1250 pesantren;

Temu bisnis/ jejaring usaha opop sebanyak 1250 pesantren pada tanggal 2 – 31 Mei 2019;

Pelatihan dan magang di pesantren sebanyak 2500 orang dilakukan pada pertengahan Mei s.d Juli 2019;

Pendampingan opop sebanyak 130 pendamping terseleksi pada bulan Agustus – Desember 2019;

Audisi tahap 2 sebanyak 100 pesantren dilakukan pada bulan Juli s.d Agustus 2019;

Audisi tahap 3 sebanyak 10 pesantren pada bulan Agustus s.d September 2019;

Pameran opop baik antar provinsi maupun luar negeri dilakukan pada bulan Agustus, September & Oktober 2019;

Pelatihan teknis substantif santripreneur sebanyak 200 orang dilakukan pada bulan November s.d Desember 2019.

Bidang usaha opop meliputi, jasa, fashion, pertanian, makanan dan minuman, kerajinan, peternakan, perdagangan perikanan dll sesuai minat para calon peserta opop (***) [AH]