LPDB-KUMKM Sosialisasi Skema Syariah

October 19, 2018

BANDUNG - Lembaga Pembiayaan Dana Bergulir (LPDB)-KUMKM membentuk Direktorat Pembiayaan Syariah  untuk melengkapi skema konvensional yang selama ini sudah berjalan. Direktorat ini akan bersinergi dengan Lembaga Keuangan Syariah (LKS) dalam upaya membangun ekonomi syariah di Indonesia.

“LPDB-KUMKM akan intens melakukan kegiatan sosialisasi di daerah. Sosialisasi ini diadakan untuk melakukan koordinasi antara LPDB-KUMKM dengan Lembaga Keuangan Syariah di daerah-daerah dalam rangka perkuatan permodalan bagi koperasi dengan pola pembiayaan syariah,” tutur  Jaenal Aripin, Direktur Pembiayaan Syariah LPDB-KUMKM pada acara Sosialisasi  Pembiayaan Syariah LPDB-KUMKM di Ruang Rapat Dinas KUK Jawa Barat, Jumat (19/10).

Menurutnya, sosialisasi ini dalam rangka meningkatkan sinergi dan kerja sama antara LPDB-KUMKM dengan Dinas KUK Provinsi Jawa Barat dan dinas yang membidangi koperasi dan UKM Provinsi di seluruh Indonesia dalam melaksanakan percepatan penyaluran dan monitoring evaluasi dana bergulir, serta pengalihan program dana bergulir Kemenkop UKM.

“Kami berharap acara ini dapat terlaksana dengan baik, serta diharapkan mampu memberikan feedback positif dari para pelaku KUMKM berbasis syariah agar bersama-sama dengan LPDB kita dapat membangun ekonomi syariah yang bermuara pada meningkatnya perekonomian negara,” ucap Jaenal.

Kepala Bidang Pemberdayaan Koperasi, Kusmana Hartadji menyambut baik acara Sosialisasi Direktorat Pembiayaan Syariah LPDB-KUMKM di daerahnya. Ia berharap pelaku koperasi dan UKM bisa memanfaatkan peluang ini untuk mengembangkan usahanya melalui bantuan perkuatan modal dengan pola pembiayaan syariah.

Komitmen pemerintah Provinsi Jawa Barat dalam pemberdayaan koperasi dan UKM dilakukan melalui dana bergulir Kredit Cinta Rakyat (KCR) yang disalurkan melalui Bank BJB. Selain itu, berbagai kegiatan  peningkatan kapasitas sumber daya manusia melalui pelatihan dan bimbinga teknis. Pemberdayaan KUMKM sangat penting karena dianggap sebagai salah satu tulang punggung ekonomi. (***)