Perlindungan Hak Cipta dan Merek UMKM Perlu Ditingkatkan

June 08, 2018

[JAKARTA] Perlindungan merek sejumlah produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) terus ditingkatkan. Di sisi lain, kualitas produk dari berbagai merek tertentu harus dijaga untuk mencegah pemalsuan yang merugikan produsen dan konsumen.

Deputi lnfrastruktur, Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) Hari Sungkari menjelaskan pihaknya terus mendorong agar berbagai produk kreatif dari UMKM tidak dipalsukan. Bekraf mendorong dan memfasilitasi untuk mempermudah pendaftaran merek dan hak cipta tersebut. Untuk itu, sosialisasi terkait pentingnya hak cipta dan merek terus dilaksanakan agar semakin banyak UMKM mendaftarkan produknya.

"Aturan yang ada sudah cukup jelas untuk melindungi hak cipta dan merek. Kami terus melakukan sosialisasi sehingga kesadaran mendaftarkan merek dan hak cipta terus bertambah," katanya kepada SP usai diskusi tentang UMKM yang digelar IndoSterling Forum di Jakarta, Selasa (5/6).

Hari menegaskan bahwa kesadaran untuk mendaftarkan merek dan hak cipta harus ditingkatkan. Dibandingkan merek, pendaftaran hak cipta sebenarnya sangat mudah. Dengan pendaftaran itu diharapkan perlindungan atas produk kreatif Indonesia semakin meningkat.

Dia menjelaskan, produk yang sudah mempunyai merek dagang dan sudah mendaftarkan hak cipta harus terus menjaga kualitasnya. Hal itu juga sebagai upaya menekan kerugian akibat pemalsuan merek.

"Dengan kualitas yang baik dan konsisten, maka pemalsuan produk akan sulit dilakukan, terutama fesyen dan produk kerajinan. Biasanya merek dicaplok oleh pihak lain tetapi kualitas yang dihasilkan berbeda atau jauh dari standar produk asli. Konsumen tentu akan lebih memilih pada produk asli," ujarnya.

Seperti diketahui, pendaftaran hak cipta dan merek usaha ditujukan ke Kementerian Hukum dan HAM. Bekraf juga sudah memfasilitasi industri kreatif yang mendaftarkan merek tersebut. Tahun 2016 saja tercatat ada 1.174 pelaku usaha industrik kreatif yang didaftarkan. Pada tahun 2108 ini, jumlah merek yang akan didaftarkan dipastikan terus meningkat dengan target sekitar 2.000-an industri kreatif.

Sejauh ini, industri kreatif yang banyak mendaftarkan hak cipta dan merek berasal dari bidang kuliner dan fesyen. Artinya, masih ada bidang industri kreatif lain yang belum digarap secara optimal.

Selain sosialisasi merek dan hak cipta, Bekraf juga memberikan bantuan berupa koneksi internet gratis untuk para pelaku UMKM. Adapun bantuan yang diberikan berupa biaya pengadaan internet nirkabel atau wireless (Wifi). Dengan harapan para pelaku UMKM bisa memasarkan produknya lewat sistem online. Namun, bantuan tersebut hanya diberikan kepada para pelaku UMKM yang sudah dalam bentuk badan hukum. Bantuan tidak bisa diberikan secara perseorangan.

Selain itu, proposal pengajuan bantuan juga harus mencantumkan prospek dan target usaha masing-masing UMKM. "Harus ada target. Pengajuan proposalnya harus dalam wadah koperasi atau yayasan dan enggak bisa perorangan," ujarnya.

Dia menegaskan, bantuan tersebut hanya berlaku bagi para pelaku UMKM industri kreatif. Selain itu, badan yang akan diberikan bantuan juga harus mampu menciptakan lapangan kerja yang baru sehingga mampu menyerap tenaga kerja pengangguran.[H-12]


sumber: http://sp.beritasatu.com/home/perlindungan-hak-cipta-dan-merek-umkm-perlu-ditingkatkan/124467