You are here:   Home Berita Bewara Pengembangan Koperasi butuh tenggang rasa
Pengembangan Koperasi butuh tenggang rasa PDF Print E-mail
Wednesday, 21 July 2010 08:20
Pengembangan koperasi dibutuhkan kesadaran yang luar biasa yaitu kesadaran untuk berbagi, tenggang rasa serta mengakui manusia sebagai subyek bukan modal sebagai subyek. Koperasi sebagai wadah perekonomian rakyat punya tugas berat dan membutuhkan dukungan kebijakan dan keberpihakan dari pemerintah.

Hal tersebut diungkap Ketua Dekopinwil Jawa Barat, H Wans Ibrahim ketika membuka Pelatihan Manajerial dan Kewirausahaan bidang Pengembangan Kewirausahaan, bidang Manajemen KJK Pola Konvensional, bidang Audit Internal dan bidang Perkoperasian  bagi KAHMI, Puskud Mina, Puskoppas, Badan Komunikasi Pemuda Koperasi (BKPK) di Balai Latihan Tenaga Koperasi dan UKM (Balatkop) Jalan Soekarno Hatta Bandung, Senin malam (24/5).

Untuk itu, keberhasilan sebuah koperasi sangat bergantung dari partisipasi anggota dan itikad baik para pengurus untuk membangun koperasi yang maju dan mandiri. Jangan sampai koperasi dibangun karena ada kepentingan dan fasilitas pemerintah, namun harus dibangun berdasarkan kesadaran anggota untuk membangun kesejahteraan anggota.

Sementara Kepala Dinas KUMKM Jabar, Wawan Hernawan mengatakan, sudah saatnya koperasi dan UMKM lebih profesional dalam menjalankan usahanya. Masyarakat menuntut pelayanan yang maksimal, untuk itu koperasi harus berbenah diri terutama dari sisi kelembagaan dan SDM pengelola koperasi. Melalui pelatihan inilah Dinas KUMKM Jabar berupaya meningkatkan kemampuan SDM pengelola koperasi.
SDM Koperasi dan UMKM yang unggul dan tangguh menjadi harapan semua pihak. Adanya ACFTA diakuinya, berdampak pada penurunan daya saing perekonomian nasional. Namun demikian, pasar bebas jangan membuat kita jati patah semangat bahkan pesimis.

“Sebaliknya kita harus bangkit untuk melawan produk luar dengan sikap mencintai produk dalam negeri. Disamping itu, melakukan efisiensi, membangun ekonomi kerakyatan yang berbasis kooperatif serta meningkatkan profesionalisme melalui peningkatan kompetensi lewat diklat,” ujarnya.
Wawan menilai, SDM KUMKM harus kuat terutama dalam menghadapi pasar global. Tanpa SDM kuat dan berkualitas, KUMKM kita akan kalah bersaing dengan KUMKM dari negara lainnya. Pasar global menuntut KUMKM cerdas dalam berpikir, bertindak serta dalam membuka peluang-peluang pasar. “Semua ini membutuhkan SDM KUMKM yang kuat,” jelasnya.

Pada kesempatan ini pula Wawan meminta, agar pengelolaan Pasar Tradisional harus diperhatikan untuk kepentingan konsumen. Tata ruang yang asri dan pasar yang bersih harus senantiasa diperhatikan. Hal ini, agar pasar tradisional tidak kalah oleh pasar modern.***