Jabar Genjot Kaderisasi Koperasi

April 23, 2019

Bukan hanya rendahnya adopsi teknologi digital, sulitnya regenerasi juga menjadi persoalan lain yang membelit koperasi hingga saat ini. Koperasi kerap diidentikan dengan generasi tua, hingga membuat minat kaum muda untuk berkoperasi sulit berkembang.

Direktur Pusat Inkubator Business dan Kewirausahaan Ikopin (PIBI Ikopin), Indra Fahmi, mengatakan, diperlukan rebranding koperasi untuk mengakselerasi regenerasi koperasi. Upaya rebranding tersebut, menurut dia, harus dimulai sejak bangku sekolah.

"Koperasi harus menjadi laboratorium ekonomi di tingkat sekolah, khususnya SMA/SMK," ujarnya, pada Literasi Perkoperasian Bagi Pendidikan Formal di Gumilang Regency Hotel, Jalan Dr. Setiabudi, Bandung, Kamis, 28 Maret 2019. 

Hanya saja, menurut dia, saat ini baru sebagian kecil sekolah tingkat SMA/SMK di Jabar yang memiliki koperasi siswa. Ia memprediksi, jumlahnya masih kurang dari 20 persen. "Ke depan kami akan mendorong siswa SMA/SMK untuk membentuk koperasi siswa di sekolah. Dengan demikian, dalam jangka panjang," tutur Indra.

Untuk itu, menurut dia, dengan dukungan pendanaan Deputi Bidang Pengembangan Sumber Daya Manusia Kementerian Koperasi Usaha Kecil Menengah, Dinas Koperasi dan Usaha Kecil (KUK) Jabar dan Dinas Pendidikan Jabar menggelar pendidikan perkoperasian bagi guru SMA/SMK se-Jabar. Kegiatan tersebut diproyeksikan untuk menjadi motor penggerak perkoperasian di tingkat sekolah.

"Pada tahap awal ini ada 40 sekolah di Jabar. Diharapkan ini menjadi cikal bakal untuk menyebarkan virus koperasi kepada siswanya dan sekolah lain di Jabar," ujarnya.

Dengan pengenalan koperasi secara dini, ia berharap ke depan akan muncul bibit-bibit baru insan perkoperasian. Dalam jangka panjang, koperasi bisa kembali menjadi sokoguru perekonomian rakyat.

Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Kecil (KUK) Jabar, Kusmana Hartadji, mengatakan, Jabar harus menjadi model pengembangan koperasi siswa di Indonesia. Ia mengaku berharap, ke depan akan semakin banyak sekolah yang memiliki koperasi siswa.

"Pemerintah saat ini sedang menggenjot kaderisasi perkoperasian sejak bangku sekolah. Sasarannya tentu saja akselerasi regenerasi SDM koperasi. Kita akan menanamkan kecintaan terhadap koperasi sejak dini," tuturnya.

Bersamaan dengan itu, menurut dia, secara umum Dinas KUK juga akan mendorong koperasi untuk memodernisasi diri. Ia menilai, kaderisasi yang dipadu dengan modernisasi akan mempercepat regenerasi di tubuh koperasi.

"Seperti diketahui, keseharian generasi muda tidak bisa lepas dari teknologi informasi. Jadi, modernisasi itu juga penting untuk rebranding koperasi," ujarnya.***

https://www.pikiran-rakyat.com/ekonomi/2019/03/29/jabar-genjot-kaderisasi-koperasi